Perbedaan ISK pada Pria dan Wanita
Bisa terjadi pada pria dan wanita, gejala atau ciri-ciri infeksi saluran kemih bisa jadi agak berbeda. Seperti namanya, infeksi ini terjadi pada salah satu bagian di saluran kemih, yaitu uretra, kandung kemih, ureter, dan ginjal.
Penyebab dari infeksi ini adalah bakteri, yang masuk ke uretra dan kandung kemih. Jenis bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi ini adalah E. coli, bakteri yang biasanya ditemukan di usus.
Lantas, apa yang menjadi perbedaan ciri-ciri infeksi saluran kemih pada pria dan wanita? Cari tahu jawabannya di sini!
Adakah Perbedaan Ciri-Ciri Infeksi Saluran Kemih pada Pria dan Wanita?
Ciri-ciri infeksi saluran kemih pada pria dan wanita sebenarnya cukup mirip, meliputi:
- Buang air kecil yang menyakitkan dan terasa seperti terbakar.
- Sering ingin buang air kecil.
- Dorongan tiba-tiba untuk buang air kecil.
- Rasa sakit di perut bagian tengah bawah, tepat di atas tulang kemaluan.
- Darah dalam urine.
Pada pria, ada sedikit perbedaan, yaitu nyeri pada penis, dan terkadang juga sakit saat berhubungan intim. Selain itu, gejala tertentu selain infeksi saluran kemih pada pria bisa berarti ada infeksi prostat (prostatitis), yaitu:
- Demam.
- Panas dingin.
- Kelelahan.
- Kesulitan buang air kecil atau “dribbling”.
- Nyeri di panggul.
Alasan Wanita Lebih Rentan Daripada Pria
Tahukah kamu kalau wanita ternyata lebih rentan mengalami gejala atau ciri-ciri infeksi saluran kemih daripada pria. Hal ini bukan tanpa alasan, lho. Berikut ini beberapa faktor yang meningkatkan risiko infeksi saluran kemih pada wanita:
1. Anatomi
Secara anatomi, wanita memiliki uretra yang lebih pendek daripada pria, yang memperpendek jarak yang harus dilalui bakteri untuk mencapai kandung kemih. Selain itu, pembukaan uretra lebih dekat ke rektum, “tempat tinggal” bakteri, sehingga meningkatkan kemungkinan menyebabkan infeksi.
2. Aktivitas Seksual dan Kontrasepsi
Wanita yang aktif secara seksual rentan terkena infeksi saluran kemih dan begitu juga dengan penggunaan jenis kontrasepsi tertentu. Penggunaan diafragma dan agen spermisida untuk pencegahan kehamilan bisa meningkatkan risiko infeksi.
3. Menopause
Terjadi penurunan sirkulasi hormon estrogen setelah menopause. Ini dapat menyebabkan perubahan pada saluran kemih, membuat wanita rentan terhadap infeksi.
4. Sensitivitas Kulit
Meatus uretra eksternal pada wanita sebagian besar adalah mukosa, yang merupakan jaringan lembap yang melapisi bagian dalam vagina. Bagian kulit ini lebih tipis dan lebih sensitif dibandingkan area tubuh lainnya, membuat uretra wanita mudah teriritasi.
Kulit yang teriritasi dan sensitif dapat menciptakan lingkungan bagi bakteri untuk berpotensi tumbuh dan menyebabkan munculnya ciri-ciri infeksi saluran kemih.
Tips Pencegahan
Munculnya gejala atau ciri-ciri infeksi saluran kemih, baik pada pria maupun wanita, bisa dicegah. Berikut ini tipsnya:
- Mempraktikkan kebersihan yang baik. Terutama pada wanita, sebaiknya bersihkan area intim dari arah depan ke belakang (anus). Ini untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke uretra.
- Minum air yang cukup. Ini dapat membantu menghilangkan bakteri ekstra dari saluran kemih.
- Mengubah kebiasaan buang air kecil. Pastikan untuk buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan intim, hindari douche, dan jangan tunda keinginan buang air kecil.
- Ubah alat kontrasepsi. Bicarakan dengan dokter tentang metode kontrasepsi yang paling tepat untuk kamu.
- Rutin mengganti pakaian. Segera ganti jika sudah berkeringat. Selain itu, pilihlah pakaian dalam berbahan katun, untuk mencegah kelembapan ekstra terperangkap di sekitar uretra.
Hubungi Informasi & pendaftaran lebih lanjut:
Customer Care RSIA Bina Medika
0821-6980-0909