Emergency Call
Call Center
Follow Us

Kenali 7 Risiko Melakukan Sunat saat Usia Dewasa

Kenali 7 Risiko Melakukan Sunat saat Usia Dewasa

Khitan, sunat, atau sirkumsisi adalah prosedur pemotongan bagian kulit kepala penis atau kulup. Prosedur ini menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan organ reproduksi pria, terutama usia anak-anak. Akan tetapi, terkadang satu dan lain hal membuat sunat baru terlaksana saat usia dewasa.

Sebenarnya, berapa usia ideal untuk pria melakukan sunat? Menurut Ketua Umum Asosiasi Khitan Indonesia atau ASDOKI menyebutkan, standar usia ideal laki-laki melakukan sunat mengalami perubahan seiring zaman yang semakin berkembang.

Sekarang ini, laki-laki sudah bisa sunat sejak usia 7 hari setelah lahir sampai sebaiknya 12 tahun. Sebelumnya, usia ideal khitan antara kelas 3 hingga kelas 6 SD. Tentu ini ada alasannya.

Bayi yang berusia 7 hari termasuk ideal karena sel pada tubuhnya akan lebih cepat melakukan regenerasi. Tak hanya itu, sunat pada usia dewasa bisa jadi lebih sulit karena kondisi paparan stigma sunat adalah prosedur yang menyakitkan. Alhasil, orang tua perlu menyiapkan mental anak lebih dulu.

Risiko Sunat Usia Dewasa

Sebenarnya, sunat saat usia dewasa tidak menjadi masalah, meski memang lebih baik sunat ketika usia masih bayi dan balita. Sebab, sunat usia dewasa bisa menjadi lebih rumit karena berbagai kondisi. Contohnya:

  • Kulit kepala atau kulup penis pada laki-laki berusia remaja dan pria cenderung lebih alot.
  • Penis laki-laki remaja dan dewasa juga lebih rentan ereksi sehingga eksekusi sunat menjadi lebih sulit.
  • Risiko terjadinya infeksi dan perdarahan setelah sunat, termasuk kondisi penggumpalan darah pada batang penis.
  • Sayatan lebih mudah terlepas, meski ini terbilang jarang terjadi.
  • Stenosis meatal, kondisi ketika terjadi penyempitan pada lubang kencing.
  • Cedera pada penis atau kelenjar dan uretra.
  • Penoscrotal webbing, kondisi menyatunya kulit penis dan skrotum. Kondisi ini bisa terjadi sejak lahir atau efek samping dari sunat pada usia dewasa.

Berapa Lama Luka Sunat Mengering Hingga Sembuh?

Sekitar beberapa jam dan beberapa hari setelah operasi, kemungkinan besar kamu akan mengalami pembengkakan dan memar di sekitar penis. Kondisi ini memang umum terjadi. Oleskan kompres es ke selangkangan selama 10 hingga 20 menit setiap dua jam untuk membantu mengurangi pembengkakan.

Namun, pastikan untuk tidak menyentuhkan es batu langsung pada kulit. Bungkus es dengan kain guna menghindari terjadinya peradangan. Selanjutnya, beberapa hari pertama pemulihan, pembalut di sekitar penis harus tetap bersih sehingga dapat mengurangi risiko infeksi.

Lalu, pada hari kedua atau ketiga, dokter mungkin meminta kamu untuk kembali ke rumah sakit atau klinik untuk mengganti perban dan mengecek kondisi luka pascaoperasi. Meski begitu, kamu juga bisa melakukan penggantian perban secara mandiri di rumah.

Pemulihan dari sunat orang dewasa biasanya memakan waktu dua sampai tiga minggu. Beberapa orang membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa beraktivitas dengan normal.

Pastikan untuk mendapatkan izin dokter sebelum kamu kembali ke aktivitas fisik normal, termasuk olahraga, setidaknya empat minggu setelah prosedur. Hubungan seksual dan masturbasi mungkin membutuhkan waktu lebih lama, bisa hingga enam minggu.

Tidak Menunda Sunat

Jadi, guna mengurangi berbagai risiko tersebut, sebaiknya kamu tidak menunda untuk melakukan sunat. Selain itu, sunat juga terbukti mencegah berbagai kondisi medis yang berbahaya. Seperti infeksi saluran kemih, balanitis, hingga penularan penyakit menular seksual.

Hubungi Informasi & pendaftaran lebih lanjut:
Customer Care RSIA Bina Medika
0821-6980-0909

No Comments

Leave a Reply

Berikan Kesehatan Yang Terbaik
Untuk Anda dan Keluarga