Emergency Call
Registration
Follow Us

BUMIL HARUS PERIKSA APA SAJA SELAMA KEHAMILAN?

Pemeriksaan Kehamilan

BUMIL HARUS PERIKSA APA SAJA SELAMA KEHAMILAN?

Ibu hamil pasti merasakan berbagai perubahan pada kondisi tubuhnya. Oleh karena itu, kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungannya perlu mendapatkan perhatian yang sangat khusus. Masa kehamilan dapat dibagi menjadi 3 Trimester. Pada masing-masing trimester tersebut, terdapat rangkaian pemeriksaan yang harus bunda lakukan. Apa saja yang harus diperiksa oleh bumil selama kehamilan? Berikut penjelasannya.

PEMERIKSAAN SAAT TRIMESTER I

Trimester I kehamilan berlangsung sejak usia kehamilan 0 – 13 bulan. Pada masa ini, sebagian besar bunda mengalami morning sickness atau kondisi mual muntah. Kondisi ini umumnya wajar dan akan hilang setelah masuk trimester kedua. Pada Trimester I ini, pemeriksaan-pemeriksaan yang sebaiknya bunda lakukan adalah :

  1. Konsultasi Dokter Spesialis Kandungan
    Ibu hamil wajib memeriksakan kondisi kandungannya ke Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan (Obgyn). Hal ini bertujuan untuk memastikan kesehatan dan perkembangan janin yang dikandung, serta memastikan kondisi kesehatan bunda. Dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk menentukan usia kehamilan dan selanjutnya memantau perkembangan janin di usia kehamilan muda untuk memastikan berkembang baik sesuai dengan usianya. Apabila tidak ada keluhan selama kehamilan, bunda sebaiknya berkonsultasi rutin dengan dokter Obgyn sebulan sekali.
  2. Konsultasi Dokter Spesialis Gizi Klinik
    Asupan gizi menjadi faktor yang sangat penting bagi ibu hamil maupun janin dalam kandungannya. Dokter Spesialis Gizi Klinik dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk memastikan bunda memenuhi nutrisi dan gizi seimbang selama masa kehamilan. Selain itu, di trimester awal kehamilan, konsultasi dengan dokter gizi klinik dapat membantu bunda mengatasi mual muntah yang sering terjadi.  
  3. Pemeriksaan Laboratorium Awal Kehamilan
    Beberapa pemeriksaan laboratorium penting dilakukan sebagai skrining awal untuk mengantisipasi penyakit yang mungkin diderita ibu, seperti TORCH, infeksi saluran kemih, diabetes gestational, dll. Hasil pemeriksaan dapat digunakan sebagai acuan untuk tindakan penanganan penyakit-penyakit tersebut sehingga kehamilan berjalan dengan optimal.
    Pemeriksaan golongan darah dan rhesus juga penting dilakukan oleh ibu hamil untuk mengantisipasi pembentukan antibodi yang dapat menyerang darah janin apabila resus darah ibu berbeda dengan janin.

PEMERIKSAAN DI KEHAMILAN TRIMESTER II

Memasuki trimester kedua kehamilan (14 – 27 minggu), organ vital bayi sudah mulai berkembang dan ukurannya pun menjadi lebih besar. Gejala mual yang terjadi di trimester pertama sudah mulai hilang dan bunda biasanya mengalami penambahan berat badan karena adanya peningkatan berat bayi. Pada usia kehamilan ini, beberapa pemeriksaan yang wajib bunda lakukan adalah :

  1. Konsultasi Dokter Spesialis Kandungan
    Konsultasi rutin dengan Dokter Spesialis Kandungan setiap 1 bulan sekali. Pada usia ini, Dokter akan memantau perkembangan dan ukuran bayi, ritme & detak jantung bayi, posisi plasenta, dan jumlah cairan ketuban. Jenis kelamin bayi juga sudah mulai bisa diintip pada usia ini.
  2. Konsultasi Dokter Spesialis Fetomaternal
    Penting untuk mendeteksi fetal abnormalitas, seperti kelainan genetik, gangguan pembentukan organ, kelahiran prematur, & kelahiran kromosom pada janin sejak dini. Dengan demikian bunda dapat menentukan langkah terbaik dan mempersiapkan diri lebih optimal.
  3. Konsultasi Gigi
    Jangan anggap remeh sakit gigi saat hamil ya, bunda! Berdasarkan data dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), radang gusi atau gingivitis menjadi penyakit yang umum menyerang ibu hamil. Hal ini dipicu oleh faktor peningkatan hormon progesteron, perbedaan pH air liur saat hamil, dan perubahan sistem kekebalan tubuh. Infeksi pada gigi dan mulut yang tidak ditangani dengan baik dapat mempengaruhi kondisi janin dan meningkatkan resiko prematur.
  4. Konsultasi Dokter Spesialis Kulit
    Perubahan hormon selama kehamilan menyebabkan berbagai keluhan pada kulit ibu hamil, seperti jerawat, hiperpigmentasi, gatal-gatal, stretchmark, dan selulit. Berbagai masalah ini perlu diatasi dengan mengkonsultasikannya kepada dokter spesialis Dermatovenerologi (Kulit dan Kelamin) sehingga bunda bisa menjalankan kehamilan dengan lebih nyaman.
  5. Mengikuti Kelas Pilates/Senam Hamil
    Pada trimester kedua, bobot janin akan terus bertambah. Hal ini dapat menyebabkan gerak dan langkah bunda terasa lebih berat dan tubuh menjadi cepat lelah. Efeknya bunda menjadi malas beraktivitas. Berolahraga seperti pilates dan senam kehamilan bermanfaat untuk meningkatkan stamina dan mengatasi kelelahan tersebut. Selain itu, olahraga ini dapat membantu mempermudah proses persalinan dan mengurangi risiko komplikasi.

PEMERIKSAAN DI KEHAMILAN TRIMESTER III

Trimester Ketiga berlangsung di usia 28 – 40 minggu kehamilan. Pada masa ini bunda akan mengalami berbagai tantangan fisik dan emosional. Perkembangan bayi sudah cukup matang di akhir minggu ke-37 dan hanya menunggu waktu lahir. Bunda perlu menjalani pemeriksaan-pemeriksaan berikut ini di trimester 3 kehamilan :

  1. Konsultasi Dokter Kandungan
    Di masa penantian ini, dokter akan memeriksa jumlah air ketuban, mengetahui letak plasenta, dan posisi janin. Bunda juga perlu berkonsultasi mengenai persiapan menjelang proses persalinan. Konsultasi menjadi lebih intens dilakukan 1 kali setiap minggu untuk pemantauan yang lebih ketat menjelang persalinan.
  2. Konsultasi Dokter Konselor Laktasi
    Bunda perlu mempersiapkan masa menyusui sejak kehamilan di trimester III ini. Pasalnya pemberian ASI sangat penting untuk tumbuh kembang si kecil. Dokter konsuler laktasi dapat memberikan informasi yang tepat kepada bunda mengenai apa saja yang perlu disiapkan dan dilakukan agar pemberian ASI dapat berjalan dengan lancar.
  3. Konsultasi Dengan Psikolog
    Jika bunda hamil anak pertama, maka konsultasi ini jangan sampai terlewatkan. Persiapan mental untuk menjadi orangtua sangat penting untuk dilakukan. Konsultasi dengan psikolog dapat membantu kesehatan mental bunda dalam menghadapi proses persalinan hingga hal-hal lain pasca persalinan.
  4. Konsultasi Dokter Spesialis Anestesi
    Jika bunda merencanakan persalinan dengan prosedur SC, ERACS, ILA, ataupun induksi epidural, maka konsultasi anestesi sangat penting untuk memastikan kesiapan bunda menjalankan pembiusan ketika tindakan dilakukan.
  5. Kelas Pilates / Senam Hamil
    Semakin mendekati masa persalinan, tentunya bunda perlu mempersiapkan kondisi tubuh agar persalinan berjalan dengan lancar. Pilates dapat memperkuat otot panggul untuk menyokong rahim, kandung kemih, dan usus ketika janin sudah berada di rahim bagian bawah dan siap menuju jalan lahir. Selain itu, pilates juga membantu melatih teknik pernapasan. Teknik pernapasan yang baik dapat membantu bunda mengurangi rasa nyeri saat bersalin, membuat otot-otot lebih rilek, dan menenangkan pikiran saat proses persalinan berlangsung.

Bunda hamil dapat menjalankan pemeriksaan-pemeriksaan tersebut untuk memastikan kondisi terbaik untuk kehamilan bunda dan mempersiapkan kelahiran si kecil dengan sebaik-baiknya.

Untuk kemudahan dan kenyamanan bunda hamil, RSIA Bina Medika menyediakan seluruh layanan-layanan di atas sebagai One-Stop Solution untuk bunda!

Pastikan yang terbaik untuk bunda dan sang buah hati

Pelayanan Terbaik Untuk Bunda dan Keluarga, Ke Bina Medika Aja!
#CareWithLove

No Comments

Leave a Reply

Berikan Kesehatan Yang Terbaik
Untuk Anda dan Keluarga