
Kolik pada Bayi: Normal atau Harus Diwaspadai?
Tangisan bayi adalah hal yang wajar. Namun, bagaimana jika si kecil menangis terus-menerus tanpa henti meski sudah disusui, digendong, dan diganti popoknya? Bisa jadi, bayi Anda mengalami kolik.
Apa Itu Kolik?
Kolik adalah kondisi ketika bayi sehat menangis berlebihan tanpa sebab yang jelas, biasanya terjadi pada bayi berusia 2 minggu hingga 4 bulan. Tangisan kolik berbeda dari tangisan biasa—lebih keras, melengking, dan sulit ditenangkan.
Kolik termasuk kondisi yang umum dan bukan penyakit. Diperkirakan terjadi pada 10–40% bayi baru lahir, dan lebih sering dialami di sore hingga malam hari.
Ciri-Ciri Bayi Kolik
Kolik biasanya ditandai dengan:
- Menangis lebih dari 3 jam per hari, 3 hari per minggu, selama minimal 3 minggu.
- Bayi tampak menggeliat, mengepalkan tangan, dan wajah memerah.
- Perut terasa kembung atau keras.
- Terkadang bayi kentut atau buang air besar setelah menangis.
Penyebab Kolik
Hingga kini, penyebab pasti kolik belum diketahui. Namun, beberapa faktor yang mungkin berperan antara lain:
- Sistem pencernaan yang belum matang.
- Gas dalam perut.
- Sensitivitas terhadap stimulasi berlebih (cahaya, suara, atau suhu).
- Alergi atau intoleransi terhadap protein susu sapi.
Tips Mengatasi Bayi Kolik
Meskipun melelahkan, kabar baiknya adalah kolik akan mereda dengan sendirinya seiring bertambahnya usia bayi. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba orang tua:
- Gendong dan peluk bayi
Kehangatan pelukan orang tua bisa membantu menenangkan bayi. - Ciptakan lingkungan tenang
Redupkan lampu, kurangi suara bising, dan nyanyikan lagu lembut. - Berikan pijatan ringan
Pijat perut bayi dengan gerakan searah jarum jam untuk membantu mengurangi gas. - Coba teknik “bicycle legs”
Gerakkan kaki bayi seperti mengayuh sepeda untuk membantu mengeluarkan gas. - Perhatikan pola makan ibu (jika menyusui)
Hindari makanan yang bisa memicu gas seperti kol, brokoli, atau produk susu. - Gunakan white noise
Suara mesin pengering, kipas angin, atau white noise dari ponsel dapat menenangkan bayi.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika:
- Tangisan bayi disertai muntah berwarna hijau atau darah.
- Bayi tidak mau menyusu atau tampak lemas.
- Terdapat demam atau tanda dehidrasi (jarang pipis, mulut kering).
Ingat, Moms & Dads, Anda tidak sendirian. Kolik bukan kesalahan Anda, dan ini hanya fase yang akan berlalu.
Konsultasi Langsung dengan Dokter Anak
Jika Anda merasa kewalahan atau ragu apakah tangisan si kecil termasuk kolik atau masalah medis lain, jangan ragu untuk konsultasi langsung dengan dokter anak di RSIA Bina Medika. Dokter kami siap mendampingi tumbuh kembang bayi Anda dengan perhatian penuh dan pelayanan terbaik.
Hubungi Informasi & pendaftaran lebih lanjut:
Customer Care RSIA Bina Medika
0821-6980-0909
No Comments
Sorry, the comment form is closed at this time.