Bronkopneumonia pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Penanganan

Bronkopneumonia pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Penanganan

Batuk dan demam pada anak tidak selalu ringan. Napas cepat, tarikan dinding dada, atau anak sulit minum perlu dinilai segera.

Bronkopneumonia adalah infeksi dan peradangan pada jaringan paru yang mengenai area bronkiolus serta alveoli di sekitarnya secara bercak. Dalam praktik sehari-hari, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pola pneumonia pada anak. Saat paru mengalami infeksi, kantung udara dapat terisi cairan atau sekret sehingga pertukaran oksigen terganggu dan anak tampak bernapas lebih cepat atau berat.

Gejala Bronkopneumonia yang Perlu Diwaspadai

Gejala dapat berbeda menurut usia, penyebab infeksi, dan tingkat keparahan. Beberapa tanda yang sering muncul meliputi:

  • Batuk, dengan atau tanpa dahak.
  • Demam atau suhu tubuh tidak stabil, terutama pada bayi.
  • Napas lebih cepat atau tampak bekerja lebih keras.
  • Tarikan dinding dada bagian bawah atau sela iga saat menarik napas.
  • Cuping hidung kembang-kempis, napas berbunyi, atau anak mengerang saat bernapas.
  • Anak tampak lemas, rewel, lebih banyak tidur, atau aktivitas menurun.
  • Nafsu makan berkurang, sulit menyusu, atau sulit minum.
  • Bibir atau ujung jari tampak kebiruan, yang dapat menandakan kekurangan oksigen.
Waspada: napas cepat, tarikan dinding dada, sulit minum, kejang, penurunan kesadaran, atau bibir kebiruan membutuhkan evaluasi medis segera.

Apa Penyebabnya?

Bronkopneumonia dapat disebabkan oleh virus, bakteri, dan lebih jarang jamur. Pada anak, penyebab yang sering berkaitan dengan pneumonia antara lain respiratory syncytial virus (RSV), influenza, Streptococcus pneumoniae, dan Haemophilus influenzae tipe b. Gejala virus dan bakteri dapat saling menyerupai sehingga penyebab tidak dapat dipastikan hanya dari satu gejala.

Siapa yang Lebih Berisiko?

  • Bayi dan anak berusia di bawah lima tahun, terutama bayi muda.
  • Anak dengan gizi kurang, penyakit jantung atau paru bawaan, atau gangguan daya tahan tubuh.
  • Anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
  • Anak yang terpapar asap rokok, polusi dalam ruangan, atau tinggal di lingkungan padat.
  • Anak dengan riwayat prematuritas atau masalah pernapasan sebelumnya.

Bagaimana Dokter Menegakkan Diagnosis?

Diagnosis dimulai dari wawancara dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menilai pola napas, frekuensi napas sesuai usia, tarikan dinding dada, suara napas dengan stetoskop, suhu tubuh, kemampuan minum, dan saturasi oksigen. Foto rontgen dada atau pemeriksaan laboratorium tidak selalu diperlukan pada setiap anak, tetapi dapat dipertimbangkan bila gejala berat, diagnosis belum jelas, terdapat komplikasi, atau respons terapi tidak sesuai harapan.

Cek jadwal dokter spesialis anak →

Penanganan Bronkopneumonia pada Anak

Penanganan bergantung pada usia anak, berat ringannya gejala, kadar oksigen, kemampuan makan dan minum, serta dugaan penyebab infeksi. Orang tua tidak seharusnya memberikan antibiotik tanpa pemeriksaan dokter.

1. Perawatan Suportif

Anak perlu cukup cairan, istirahat, pemantauan suhu, dan pembersihan hidung bila tersumbat. Obat penurun demam dapat diberikan sesuai anjuran dokter dan dosis berdasarkan berat badan. Obat batuk bebas tidak selalu aman atau bermanfaat untuk anak, terutama bayi dan balita.

2. Antibiotik Bila Diduga Infeksi Bakteri

Antibiotik digunakan bila dokter menilai pneumonia kemungkinan disebabkan bakteri. Jenis, dosis, dan lama pemberian harus ditentukan dokter. Antibiotik tidak bekerja untuk infeksi virus dan tidak boleh dihentikan, diganti, atau disimpan untuk digunakan kembali tanpa arahan medis.

3. Oksigen dan Rawat Inap

Rawat inap dapat diperlukan bila anak mengalami kekurangan oksigen, sesak berat, sulit minum, muntah terus, dehidrasi, kejang, penurunan kesadaran, usia sangat muda, memiliki penyakit penyerta, atau membutuhkan pemantauan ketat. Di rumah sakit, penanganan dapat meliputi oksigen, cairan, obat melalui infus, dan terapi lain sesuai kondisi.

Kapan Harus Segera ke IGD?

  • Napas sangat cepat, sesak, atau tarikan dada semakin jelas.
  • Bibir, wajah, atau kuku tampak kebiruan atau keabu-abuan.
  • Anak tidak mampu menyusu atau minum, atau muntah setiap kali diberi minum.
  • Anak sangat lemas, sulit dibangunkan, tampak bingung, atau mengalami kejang.
  • Demam disertai penurunan kondisi yang cepat.
  • Jumlah urine berkurang, mulut kering, atau terdapat tanda dehidrasi.
  • Bayi muda mengalami demam atau gangguan napas.

Bisakah Bronkopneumonia Dicegah?

Risiko pneumonia dapat dikurangi melalui imunisasi sesuai jadwal, termasuk vaksin pneumokokus, Hib, pertusis, campak, dan influenza sesuai rekomendasi dokter. Selain itu, biasakan cuci tangan, tutup mulut saat batuk atau bersin, jaga nutrisi anak, lanjutkan ASI sesuai usia, hindari asap rokok, dan batasi kontak dengan orang yang sedang mengalami infeksi saluran napas.

Jangan menunggu sampai anak semakin sesak.Dapatkan evaluasi bersama dokter spesialis anak RSIA Bina Medika.

Chat Customer Care via WhatsApp

Lihat layanan Integrated Kids Center

Buka lokasi RSIA Bina Medika di Google Maps

FAQ Seputar Bronkopneumonia pada Anak

1. Apakah bronkopneumonia sama dengan pneumonia?

Bronkopneumonia merupakan salah satu pola pneumonia, yaitu infeksi yang mengenai bronkiolus dan jaringan paru di sekitarnya secara bercak. Penanganannya tetap ditentukan berdasarkan kondisi klinis anak, bukan hanya istilah pada hasil rontgen.

2. Apakah semua anak dengan bronkopneumonia harus dirawat inap?

Tidak. Anak dengan gejala ringan, kadar oksigen baik, dan masih mampu minum dapat dirawat jalan sesuai evaluasi dokter. Rawat inap diperlukan bila terdapat tanda berat atau faktor risiko tertentu.

3. Apakah bronkopneumonia selalu membutuhkan antibiotik?

Tidak selalu. Antibiotik digunakan untuk pneumonia yang diduga disebabkan bakteri. Pneumonia akibat virus umumnya memerlukan perawatan suportif, kecuali terdapat infeksi bakteri tambahan.

4. Berapa lama anak biasanya pulih?

Lama pemulihan berbeda-beda. Demam dan sesak dapat membaik lebih dahulu, sedangkan batuk dapat bertahan lebih lama. Anak perlu diperiksa kembali bila gejala memburuk, tidak membaik sesuai waktu yang dijelaskan dokter, atau muncul tanda bahaya.

Kunjungi RSIA Bina Medika untuk mendapatkan penanganan yang tepat, aman, dan profesional.

Informasi & Pendaftaran: Customer Care RSIA Bina Medika 0821-6980-0909 atau rsiabinamedika.com.

RSIA Bina Medika – Bintaro
Jl. Rasuna Said, Kav. B7/A5-08
Tangerang, Banten
Link google maps

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.

Berikan Kesehatan Yang Terbaik
Untuk Anda dan Keluarga