Emergency Call
Call Center
Follow Us

Atasi fertilitas dengan Laparoskopi

atasi fertilitas dengan laparoskopi

Atasi fertilitas dengan Laparoskopi

Masalah fertilitas dapat di atasi dengan Laparoskopi. Masalah fertilitas (kesuburan) disebabkan oleh banyak faktor, terutama karena adanya gangguan penyakit pada sistem reproduksi wanita. Kondisi ini tentu menghambat proses pembuahan, sehingga sulit terjadi kehamilan. Untuk itu, perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengevaluasi penyebab masalah fertilitas tersebut.

Setelah diperiksa dan diagnosa ditegakkan, Dokter mungkin akan menyarankan tindakan minimal invasive surgery salah satunya laparoskopi untuk dapat membantu mengatasi masalah pada perut dan panggul wanita yang mempengaruhi fertilitas.

Tindakan ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil lalu memasukkan laparoskop ke dalam kandungan, yaitu selang tipis dan panjang yang dilengkapi dengan kamera dan lampu di ujungnya. Tindakan minimal invasive surgery adalah tindakan bedah dengan luka sangat kecil <1 cm, waktu bedah yang singkat, penyembuhan dan pemulihan yang cepat.

Apa itu laparoskopi?

Laparoskopi adalah jenis prosedur bedah yang memungkinkan dokter bedah untuk mengakses bagian dalam perut dan panggul tanpa harus membuat sayatan yang besar. Luka bekas sayatan yang ditimbulkan dari operasi ini sangat kecil yaitu hanya 5 mm. Umumnya dokter bedah membuat 3 – 4 lubang ketika menjalankan prosedur ini.

Baca juga: 5 KONDISI MEMBUTUHKAN PERAWATAN UGD

Berikut masalah fertilitas yang dapat di atasi dengan laparoskopi:

1. Prosedur untuk menangani endometriosis

2. Ooforektomi, yaitu prosedur pengangkatan indung telur

3. Histerektomi, yaitu prosedur pengangkatan rahim Miomektomi, yaitu prosedur pengangkatan miom

4. Kistektomi ovarium, yaitu prosedur pengangkatan kista dari indung telur

5. Salpingektomi, yaitu prosedur untuk mengatasi kehamilan ektopik

Laparoskopi memiliki keunggulan dibandingkan dengan prosedur bedah lainnya, seperti:

1. Risiko infeksi lebih rendah

2. Pemulihan lebih cepat

3. Bekas luka lebih kecil

4. Rasa sakit lebih minimal

Semua tindakan bedah memiliki kemungkinan risiko sebagai berikut:

1. Iritasi kulit

2. Nyeri di bagian bekas suntikan

3. Susah buang air kecil

4. Penggumpalan darah

Baca juga: KEUNGGULAN LAPAROSKOPI UNTUK MENGATASI GANGGUAN PADA ORGAN REPRODUKSI WANITA

Namun, dengan laparoskopi risiko tersebut dapat minimalisir. Lakukan cara di bawah ini agar Bunda lebih cepat pulih:

1. Perbanyak istirahat

2. Segera beraktivitas ringan seperti berjalan agar mencegah penggumpalan darah

3. Gunakan pakaian yang longgar

4. Mengonsumsi obat pereda nyeri jika masih diperlukan

Baca juga: PENGALAMAN MENJALANI BEDAH LAPAROSKOPI UNTUK SEMBUH DARI ADENOMIOSIS SETELAH 8 TAHUN

Berdasarkan penjelasan dr. Med. Firman Santoso, Sp.OG, laparoskopi bisa diaplikasikan dengan sangat luas dalam bidang Ginekologi, baik untuk diagnosa penyakit maupun penyembuhannya. dr. Firman juga menyebutkan bahwa dengan perkembangan teknologi yang ada sekarang, kedepannya Bedah Minimal Invasif, atau khususnya Bedah Laparoskopi Ginekologi ini akan lebih banyak dapat diaplikasikan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan yang ada.

Pelaksanaan tindakan bedah laparoskopi ini akan sangat disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing pasien, oleh karena itu, pastikan Bina Family berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi kami di RSIA Bina Medika sebelum memutuskan untuk menjalani Tindakan Laparoskopi.

#rumahsakitibudananak#laparoskopi#kesuburan#programhamilcepat#endometriosisawareness#pcoswarrior#kistasembuh

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.

Berikan Kesehatan Yang Terbaik
Untuk Anda dan Keluarga